Dia adalah Kamu
Ia hadir di antara kegerahan hari-hari menyimak lembaran-lembaran usang yang harus berganti
Ia hadir di antara tumpukan-tumpukan kabut dalam jiwa yang menghitam dan bertambah tebal
Ia hadir di antara retasan cahaya mata yang mulai menjauh dan memudar
Ia hadir di antara isak kegalauan yang menjerit untuk bertobat
Ia yang hadir dalam ratusan ribu waktuku yang telah terbuang
Ia yang hadir dalam jembatan hati yang tergantung dan usang
Ia yang hadir dalam ketidakberdayaanku melawan malam-malam penunjuk gelap cahaya bulan
Ia yang hadir dalam ketidaktahuanku akan dirinya dan diriku
Apakah kita akan mempertemukan waktu untuk kita Lagi?