La Lunar Bleu in the sky

Link to my perManent souL

kupu-kupu yang tidak pernah bermetamorfosis

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 5:44 am on Tuesday, September 30, 2008

makhluk indah bernama kupu-kupu

Entah mengapa aku menyukai kupu-kupu

dari hasil tes psikologipun aku menyukai kupu-kupu, hanya saja kupu-kupu yang bersayap hitam legam

ketika mengetahui ada kupu-kupu Lain, aku senang tapi aku baru menyadarinya bahwa kupu-kupu yang kusebutkan itu tidak bisa dan tidak mungkin bermetamorfosis dengan sempurna,,,,,

SaBtu

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 6:08 am on Sunday, September 14, 2008

Menyenangkan, akhirna bisa juga mengaLahkan ego untuk menatakan hal yang terjadi dalam diri ini sesungguhnya pada saat itu. TerLebih dengan apa yang sudah terjadi seLama ini. Setidaknya merasakan kebahagian tersendiri dengan menjaLani hari Sabtu kemarin secara ikhlas dan tanpa pemikiran yang negatif; Pasrah dan Berserah diri.

Dari kejadian kemarin kusadari bahwa waktu yang kumiLiki sagat banyak untuk mencari kebenaran diri yang berguna untukku sepanjang menjalani hidup ini. Hidup ini miLikku, aku yang menjaLani degan seLuruh kemampuan yang teLah kumiLiki dan sedang kucari.

Luv U my LORD

kaLi ini tidak ada keberpihakan

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 1:46 am on Saturday, September 13, 2008

Miss u SenoR ;)

And i’m GLad to have this feeLin’. at Least i know that i’m aLive and i stiLL a human being not an angeL or an eviL.

Hope Life threats u weLL; SenoR

hanya untuk_ku

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 7:31 am on Friday, September 12, 2008

Tak kukira semua ini akan menguras seLuruh energiku. Ku pikir ini hanya sebuah impian semusim yang akan berLaLu seiring dengan berLaLunya waktu, tetapi kekuasaan waktuku tidak sehebat yang dimiLikinya. Masih saja kekuatan waktunya mengintervensi kekuatan waktuku dan menjadikannya meLemah; gamang, terbengkaLai, dan terkapar. Hanya sedikit waktu yang diberikan untukku unutk menyadari ini, dan ketika aku menyadarinya; seperti biasa, semua sudah terLambat. TerLambat untuk diperbaiki pun diperbaharui. Tidak banyak yang mengetahui pergoLakan ini, karena memang rasa ini hanya untukku. Sedari awaL Rasa ini tercipta untukku, bahkan ketika harus diLuLuhLantakkak karena kekuasaannya; disisakannya puing-puing yang berantakan untukku juga. Kebaikan apa yang menghampirinya hingga ia menghadiahkanku hadiah yang tidak terniLai harganya dan tindakan apa yang teLah kuperbuat hingga mencapai karma yang terindah ini.

Semua kejadian memang diperuntukkan hanya untukku; tidak untuk dia ataupun dirinya.

ELang

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 8:54 pm on Tuesday, September 9, 2008

“Aku ingin terbang tinggi, seperti ELang

meLewati siang maLam, menembus awan

Ini Tanganku untuk kau genggam, ini Tubuhku untuk kau PeLuk

Ini bibiRku untuk kau cium, Tapi TAK Bisa KAU MILIKI AKU”

Akhirnya, kami berdua menjeLma menjadi ELang dewasa yang bepergian mengikuti arah angin dan panduan navigator kami masing-masing.

Sampai bertemu Lagi jikaLau navigator kita mengarahkan arah yang sama dengan peLuang 1:1000

au revoiR

mayat berjalan

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 10:27 pm on Thursday, September 4, 2008

“sampai nanti, sampai bertemu Lagi”

mungkin memang inilah akhir cerita antara aku degan dia. berakhir tanpa ada akhir yang pasti. Sakit, marah, sedih, atau senangkah? aku tidak tahu. Aku tidak merasa suatu apapun sampai saat ini; kecuali merasakan dia tetap membawa kunci jiwaku hingga aku tidak bisa beranjak meskipun ingin.

Waktu Sela di antara Kami Berdua

Filed under: Uncategorized — lalunarbleu at 8:21 pm on Wednesday, September 3, 2008

<!–
/* Font Definitions */
@font-face
{font-family:"MS Mincho";
panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4;
mso-font-alt:"MS 明朝";
mso-font-charset:128;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:fixed;
mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}
@font-face
{font-family:"Bookman Old Style";
panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4;
mso-font-charset:0;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-pitch:variable;
mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}
@font-face
{font-family:"\@MS Mincho";
panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0;
mso-font-charset:128;
mso-generic-font-family:roman;
mso-font-format:other;
mso-font-pitch:fixed;
mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0in;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:12.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-language:EN-US;}
@page Section1
{size:8.5in 11.0in;
margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
mso-header-margin:.5in;
mso-footer-margin:.5in;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Le 3 en Septembre

 

Aku tidak bisa melakukan apapun selain
berpikir bahwa semua akan berjalan dengan baik-baik saja pun ketika aku
mengetahui bahwa ia masih menyimpan pengharapan pada  yang LaLu Aku yang
tidak beranjak sedikitpun dari tempatku semuLa yang kami putuskan secara
bersama-sama; berdua, pun tidak mampu bertindak yang lebih kepadanya baik itu
pemaksaan secara verbal ataupun secara emosional. Aku masih beLum paham mengapa
bersikap sedikit lemah seperti ini, tetapi yang aku jalani saat ini bukanlah
kelemahan ataupun kebodohan menurutku; ini adalah kemenangan untukku;
kemenangan untuk tetap bisa bertahan sesuai yang aku inginkan ketika hubungan
ini tercipta. Pun aku tidak pernah menganggap bahwa ia ataupun dia telah
menyingkirkan aku dari posisiku yang sudah ada. Aku masih merasa yakin bahwa ia
hanya mengalami ketersesatan sejenak yang akan memberinya setitik keraguan
dalam menentukan langkah selanjutnya yang harus ia ambil. Apakah pemikiran kami
akan sama atau tidak, aku tidak yakin secaria pasti tetapi aku bisa meyakinkan
diriku bahwa hanya Leo yang dapat mengerti dan memahami sesama Leo. Apa yang ia
miliki, lambat laun aku pasti akan memilikinya karena ketika ia mulai membuka
pintu hatinya kepadaku bahkan secara blak2an tanpa sekat sedikitpun pada waktu
itu; ketika itu pula aku menyatu dengan dirinya. Aku telah mengikuti arus yang
ia ciptakan dalam dunia kami. Dan sekarang aku hanya tinggal menunggu waktu
yang tepat untuk mengikuti langkahnya yang berikutnya karena saat ini tampaknya
ia sedang mengalami goncangan yang sebenarnya bisa ia atasi namun karena ego
yang masih berkuasa; ego akan kepemilikan dan kenangan masa LaLu yang masih
beLum mampu ia Lepaskan. Sebenarnya aku bisa membantu dan akan dengan senang
hati untuk membantu, tetapi tampaknya untuk hal ini ia tidak menginginkan
intervensi dari pihak manapun; dan aku berusaha untuk meyakininya bahwa aku
sangat menghormati keinginannya itu walaupun secara verbal tidak pernah ia
ungkapkan bahwa ia dalam situasi yang sedemikian rupa. Kubiarkan ia menyelami
permasalahan ini dengan logika yang ia miliki karena ia terlatih untuk hal itu.
Pun aku akan membiarkannya untuk mengatasi situasi yang mengganjal untuk
dirinya dengan pemahaman perasaan yang ia miliki akan keinginannya sendiri. Aku
tidak ingin mengadakan penyerangan balik untuk apa yang ia jalankan saat ini
karena aku percaya bahwa semuanya akan baik2 saja. Toh, diriku sendiri juga
sudah memegang prinsip bahwa dalam hubungan ini kepercayaan merupakan modal
utama. Kepercayaan yang melingkupi seluruh aspek dalam kehidupan personal kami
masing-masing. Sampai saat itu tiba, aku akan tetap berada di sini; di posisi
awal aku menempatkan diri dalam hubungan kami. Aku tidak akan kemana-mana;
tidak fisikku, jiwaku, kasihku, kepercayaanku, ataupun cintaku. Kekuatan untuk
bertahan inipun toh aku peroleh darinya sejak pertama kali ia memasuki
kehidupanku dan aku berusaha untuk tidak membuat pernyataan ini menjadi suatu
kekonyolan semata meskipun aku belum bisa menyerahkan keinginanku sepenuhnya
kepada dirinya seorang karena aku masih memiliki satu tanggungan keinginan yang
belum sempat aku tuntaskan antara aKu; Rhea dengan seseorang; Cronoz. Walaupun
aku mengetahui kalau hubungan yang terjalin antara Rhea dengan Cronoz hanya
akan membuang waktu dan energi saja, tetapi aku merasakan adanya kekuatan
magnetik di antara kami berdua. Tarik menarik yang jelas terasa tatkala kami;
tepatnya aku berusaha untuk menghindarinya. Namun seolah seperti medan magnet,
kami berdua tetap akan bereaksi tarik menarik  walaupun dalam posisi yang berjauhan tetapi
toh akhirnya akan tetap berada pada posisi semula.

Namun dapat aku pastikan; setidaknya untuk
saat ini ia tetap menempati posisi teratas dalam piramida perhatianku dengan bentuk segitiga sama sisi yang terbalik. Jadi tidak akan ada istilah fenomena
”gunung es” dalam hal ini karena aku merasakan dengan jeLas dan pasti posisi
dan porsinya dalam attentif of my pyramid.

Aku percaya bahwa jika tiba saatnya,
sinyal2 dalam diriku akan berkata; sudah cukup dan aku dengan segenap kesiapan
yang sudah kubangun akan meninggalkannya dalam salam cinta dan perdamaian yang
indah. Hanya kedamaian dan keindahan yang ingin aku hadirkan dalam hidupnya
untuk mengisi kekosongan dalam pandangannya yang tampak tegas namun rapuh.

 

 

With Love

Shanti